BAB I
PENDAHULUAN
Prevalensi infeksi menular seksual bervariasi sesuai geografi. Prosedur pemeriksaan untuk dugaan IMS memberikan layanan secara individual dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
Dokter memberikan layanan kontrasepsi berhadapan dengan populasi muda dan aktif secara seksual, yang sebagian mungkin beresiko terjangkit infeksi menular seksual (IMS). Konsultasi KB mungkin menjadi kesempatan pertama bagi kaum muda untuk mengaku bahwa ia terjangkit IMS.
Tersedia juga penasihat terlatih yang dapat membantu dalam penelusuran kontak. Rujukan ke klasik GUM tidak selalu dapat dilakukan sehingga dokter keluarga berencana atau dokter umum mungkin perlu melakukan pemeriksaan yang diperlukan.
BAB II
MATERI POKOK
Infeksi Menular Seks
Infeksi Bakteri
GONARE
Disebabkan oleh neisseria ganorrhoeae, berbentuk ginjal yang tersusun berpasangan. Pada organ dewasa, kuman ini hampir selalu diperoleh melalui hubungan seks. Walaupun vulvovaginitis gonococcal dapat terjadi akibat kontaminasi secara tidak sengaja namun pada anak mungkin menunjukkan penganiayaan seksual. Pada tahun 1976 organisme-organisme tersebut endemik di Asia Tenggara dan diatrika berat tetapi hanya dijumpai proporsi strain yang kecil di negara maju.
Gambaran Klinis
Pada Pria
1. Sebagian besar pasien dengan ganore utretra memperlihatkan gejala 2-10 hari setelah hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi.
2. Ganore taring, akibat kontak seks orogenital, umumnya asimtomatik, tetapi kadang-kadang pasien mengeluh nyeri tenggorokan.
3. Infeksi rektum, yang hampir selalu diperoleh melalui hubungan seks anus pada homoseks
4. Epididimo-orkitis terjadi sebagai komplikasi pada sekitar 5% pria dengan ganore uretra yang tidak diterapi.
Pada Wanita
1. Sebagian besar wanita dengan gonore non komplikata tidak memperlihatkan gejala, namun beberapa mungkin mengeluh penaikan rabas vagina dan disuria.
2. Tanpa adanya infeksi lain
3. Infeksi pada kelenjar parauretra dapat dimanifestasikan sebagai eksudat mukopuruka pada pemisatan lembut uretra distal mel vagina.
4. Penyakit radang panggul, terjadi sebagai komplikasi pada wanita dengan gonore yang tidak diobati.
Pada Gadis Pra Pubertas
Pada pem tampak kemerahan dan pembengkakan vulva serta rabas vagina purulen. Penyebab lain vulvovaginitis adalah benda asing di dalam vagina. Kebersihan yang kurang, atau infeksi saluran kemih.
Diagnosis
Pada Pria. Bagi pria yang diduga terjangkit gonore uretra, lakukan pengambilan eksudat dengan sengkelit inokulasi plastik sekali pakai. Untuk dx gonore rektum di taring, diperlukan kultur dari bahan yang sesuai.
Pada wanita dan gadis muda. Bahan untuk kultur dari wanita harus diperoleh dari semua tempat yang mungkin terinfeksi.
Terapi
Obeat penisilin. Masih merupakan obat pilihan pertama, obat anti mikroba.
SIFILIS
Yang disebabkan oleh treponema pallidum SSP, tetapi insiden ini telah meningkat di negara-negara bekas Uni Soviet. Penyakit ini paling sering diperoleh melalui hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi, tetapi infeksi kongenital juga dapat terjadi penapisan serelogis untuk antibodi treponema pada semua wanita hamil telah menurunkan prevelensi sifilis kongenital.
Infeksi Saluran Genital non Spesifik dan Infeksi Klamidra
Pada orang dewasa, damidra trachomatis akulogenital ditularkan melalui hubungan seks, misalnya organisme dapat ditemukan di serviks pada sekitar 80% pasangan seks pria yang menghadap uretritis kkamidra. Biasanya terjadi akibat antoinokulasi bahan tercemar dari saluran genitalia.
Gambaran Klinis Infeksi Klamidra
Pada Pria
1. Setelah ms inkubasi sekitar 3 minggu, timbul rabas uretra mukoid dan disurra dengan keparahan bervariasi. Namun penderita yang terinfeksi tidak memperlihatkan gejala.
2. Proktitis dapat terjadi akibat penularan klamidra melalui hubungan seks/lanuc.
Pada Wanita
1. Sebagian besar wanita dengan infeksi klamidra diserviks tidak memperlihatkan gejala tetapi sebagian kecil mengeluh peningkatan rabus vagina.
2. Mungkin tidak terdapat tanda-tanda spesifik.
3. Dapat terjadi prp sehingga komplikasi pada hampir 20% wanita dengan infeksi klaim dia diservik yang tidak diobati.
Klamidra mungkin ikut berperan dalam etiologi atri tb reaktif baik pada pria maupun wanita.
Diagnosis
Dx klamidra biasanya bergantung pada deteksi antigen klamidra atau pada isolasi organisme dalam kultur jaringan. Keuntungan lain dari metode deteksi asam nukleat adalah kemampuannya untuk mendeteksi DNA di urin dari pria atau wanita yang terinfeksi.
Terapi
Infeksi klamidra genital non komplikata dapat diterapi dengan regimen berikut :
Doxycycline 100 mg 2x sehari selama 7 hari
Ozithromycin 1 gr segera
Ofloxaan 200 mg 2 x 1 selama 7 hari
Minocycline 100 mg 1 x 1 selama 9 hari
Lymecycline 300 mg 1 x 1 selama 10 hari
Obat ini bermanfaat untuk mengobati uretritis nongonokokus nonklamidra. Apabila kemungkinan hamil dini, maka semua tetrasiklin dikontraindikasi dan dianjurkan pemberian regimen berikut :
1. Enythasomycin stearat 500 mg 4 x 1/oral selama 7 hari.
2. Amoxycilin 500 mg 3 x 1 selama 7 hari
Untuk mengobati PRP klamidra
1. Doxycydine 100 mg 2 x 1 selama 10 hari ditambah metrabidazol 200 mg 3 x 1 selama 7 hari
2. Ofloxacin 400 mg 2 x 1
Kesembuhan kurang terjamin pada pemberian eritromisin atau amurlin yang diberikan dalam dosis seperti diatas, karena harus selalu dilakukan pemeriksaan untuk menilai kesembuhan. Pada semua kasus pasangan perlu pemberitahuan.
VAGINOSIS BAKTERIALIS
Penyakit ini diketahui dengan penaikan trek yang menyebabkan penaikan rabas vagina dan mengakibatkan penggantian laktobacilus normal oleh bagian organisme. Vagina tidak mengalami peradangan. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seks.
Pada wanita hamil, penyakit ini mungkin berkaitan dengan keguguran lanjut, ketuban pecah dini, persalinan prematur, BBLRR, dan infeksi pasca partum.
Gambaran Klinis
1. Penaikan rabas vagina, yang berwarna putih keabu-abuan dengan bau seperti ikan terutama setelah berhubungan intim.
2. Pruritus vulva bukan merupakan gambaran kecuali apabila ada infeksi lain.
3. Tidak terjadi vaginitis
Dx
Rabas keabu-abuan mungkin dijumpai di intratus. Pada pemeriksaan spelailum dinding vagina mungkin dilapisi oleh rabas yang kadang-kadang berbusa.
PH rabas diukur dengan menggunakan kertas PH (4-6) kultur rabas vaginitis tidak bermanfaat untuk menegakkan dx
Terapi
- Metronidazd oral (baik 400 mg 2 x 1 selama 5 hari) sebagai dosis tunggal
- Krim dindamycin 2% 5g dimasukkan ke dalam vagina setiap malam selama 7 malam.
INFEKSI JAMUR
Kandidiasis vulvovagina disebabkan oleh ragi (yeast) dari genus candida, terutama candida albicans.
Gambaran klinis
Pada Wanita
1. Prunitas vulva dan rasa terbakar dengan keparahan bervariasi merupakan gambaran utama mungkin juga terjadi di spareunia. Jamur ini adalah gejala-gejala nonspesifik dan diagnosis harus dipastikan seperti dibawah
2. Etitena vulva kadang-kadang meluas ke perineum, regio perianal, lipat genitoknies, dan bagian medial palia.
3. Sering terjadi edema tebio minora
4. Veginitis lebih jarang dijumpai tetapi mungkin terdapat rabas vagina putih seperti tadih dengan plak putih yang lengket.
5. Kandidiasis kutis primer mengenai lipatan genitoknuis dan aspek luar labia mayora.
Pada Pria
1. Nyeri atau gatal di penis dan sering dijumpai rabas subprepusiun.
2. Prepusium mungkin edemabsa dan mengalami fisura yang menyebabkan simosis. Glens biasanya memerah dengan makulopapula multipel yang mungkin berkembang menjadi ulkus superfisfal.
Diagnosis
Bahan dari forniks posterior vagina ata dari plak dapat diperiksa secara mikroskopis untuk mencari ragi dan miselium setlah diletakkan di atas kaca objektif atau larutan kalium.
Terapi
Golongan azol adalah terapi pilihan untuk vaginitis kandida akut dapat digunakan krim cloksimazole, econazole, ahu mikconazolei, krim nystatin juga dapat digunakan terapi obat ini mewarn ai pakaian dalam, krim preparat oral anti jamur.
INFEKSI VIRUS
Herpes Simplex Virus
Riwayat Alami
Perjalanan penyakit alami jangka panjang herpes genistik tidak diketahui pasti.
1. Dalam 1 tahun sekitar 95% individu yang pernah memperlihatkan gejala herpes primer akibat HSV primer akan menglamai kekambuhan.
2. Secara umum, frekuensi kekambuhan lebih jarang dan interval anbira episode primer dan saat kambuh lebih lama pada pasien yang terjangkau HSV 1 dibandingkan dengan mereka yang mengidap HSV 2.
Gambaran Klinis
Herpes genitalis primer timbul setelah masa laten yang lamanya bervariasi.
1. Gejala sistemik sering terjadi terutama pada wanita dan mencakup demam, nyeri kepala, malese dan mialgia.
2. Nyeri yang mungkin parah, di vulva atau penis, disuria, dan peningkatan rabas vagina.
3. Pembesaran kelenjar limpe disertai nyeri tekan biasanya timbul dari 1 minggu setelah awiban penyakit.
4. Lesi
5. Ulkus ekstensif di labia mayora, labia minora, kulit disekitar introitus, perineum, vagina dan serviks.
6. Pada pria mungkin, dijumpai ulkus koranasia.
7. Pada kedua jenis kelamin dapat timbul proktitis herpetika.
8. Gambaran klinis episode pertama herpes, genitalis pada orang yang pernah terpajan ke HSV tampaknya lebih ringan daripada merreka yang menderita infeksi genital primer sejati.
Terapy
Infeksi primer atau awal
1. Aciclovir (200 mg per oral lima kali sehari selama 5 hari) famcidovir (250 mg tiga kali sehari selama 5 hari), atau valaciclovin (500 mg dua kali sehari selama 5 hari) merupakan obat pilihan.
2. Kebersihan yang ketat (vulva hygiene)
3. Hubungan intim sebaiknya ditunda sampai seluruh lesi sembuh
4. Terapi supresif bila penyakit berulang.
HUMAN PAPILLOMA VIRUS
Gambaran Klinis
1. Manifestasi tersering infeksi HPV genital adalah kutil hiperplastik kemerahan (kandi lonia akuminata)
2. Paling sedikit wanita 50% wanita dengan VIN mengeluh prioritas, rasa terbakar, dan nyeri vulva.
3. Adanya infeksi HPV subklinis di kulit penis.
Therapy
1. Terapi umum simtomatik
2. Konseling mengenai infeksi, pasangan seksual harus didorong untuk memeriksakan dirinya, apabila perlu mendapat konseling dan terapi.
3. Pasien harus didorong menggunakan kondom untuk mencegah penyebab infeksi
4. Anti timotik/antimetabolik
5. Metode ablatif, dengan pemeriksaan standar setiap 3 tahun.
HUMAN IMMINODEFICIENCY VIRUS
Epidemiologi
HIV dapat dideteksi dalam darah, semen, sekresi sevvikovagina, air susu dan air liur walaupun hanya sedikit bukti bahwa cairan yang terakhir ini penting dalam penyebaran infeksi. Baik pria dan wanita terjangkit virus secara neterosexual, pemakai obat-obatan terlarang intravena yang disuntikkan, dan melalui transfusi darah.
Gambaran Klinis
1. Banyak orang terdeteksi hanya dengan uji serologis
2. Pasien sakit mirip mononukleosis dengan demam, malare, nam kulit, nyeri tenggorokan, limfadenopati, diare, artulgia dan kadang-kadang gejala neurologis.
3. Kelainan kulit sering dijumpai (dan dapat timbul tanpa adanya limfadenopati).
4. Manifestufsi mulut berupa kandidiasis, gingivilis hipertrofik, dan k
5. lerkoplakia oral berserabut.
6. Neoplasma sekunder dan penyakit AIDS.
Therapy
1. Konseling pada ahli medis dan pengkajian klinis
2. Pemakaian kontrasepsi :
Kondom yang memenuhi persyaratan BSI harus dianjurkan
Barier wanita, diafragma bersama spermisida yang mengandung monokbinol-9
Spermisida krim dan pesarium.
VIRUS HEPATITIS B
Bersifat endemik, namun didaerah beriklim sedang sebagian besar infeksi terjadi melalui inokulasi darah yang tercemar misalnya : dengan saling bertukar tabung dan jarum suntik yang tercemar atau secara seksual.
Therapy
Tersedia vaksin hebatitis B dan harus ditawarkan pada pria yang berhubungan intim dengan pria lain dan kepada wanita pekerja seks komersial.
INFEKSI ATROPODA
FRIRIASIS
Phthirus pubis (crab lousel, panjang 1,2-2 mm dan menginfestasi di rambut daerah pubis dan perianal, abdomen, paha, aksila dan yang jarang, alis, bulu mata, dan janggut. Kutu ditularkan melalui kontak seksual tetapi juga menyebar melalui baju.
Gejala Klinis
Gatal-gatal
Therapy
Obati dengan losio fenotrin (0,12%) atau melation (0,5%).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Infeksi menular seksual ini dapat memberikan layanan kontrasepsi yang berhadapan dengan populasi muda yang aktif secara seksual. Ini sangat beririko terjangkit infeksi menular seksual (IMS). Konsultasi keluarga berencana mungkin menjadi alasan yang utama bagi kaum pus untuk mengantisipasi bagaimana cara berkontrasepsi yang baik dan bagi yang terkena infeksi menular seksual akan rendah sekali mendapatkan keturunan dan tidak semua yang terkena IMS dapat menggunakan alat kontrasepsi.
B. Saran
v Mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi (4 sehat 5 sempurna)
v Mencegah hubungan seks bebas dan jangan berganti-ganti pasangan
v Hindari narkoba dan minuman keras
v Jagalah kebersihan diri dengan sering membersihkan alat kelamin air bersih (vulva hygiene)
v Gunakan alat kontrasepsi yang tepat dengan konseling atau konsultasi pada pihak medis.




No comments:
Post a Comment