Kamu tahu? Waktu begitu cepat berlalu. Ya, berlalu seperti kecepatan angin. Tak dapat dilihat namun dapat dirasakan betapa ia begitu kuat berhembus meniup rambut-rambut kecil kita. Waktu seakan tak pernah peduli akan diri kita yang sebenarnya selalu membutuhkan waktu yang lebih lama bersama dengan seseorang yang lekat di hati.
Aku juga tak pernah berpikir bahwa hidup layaknya roda berputar. Suatu waktu bagian sisi roda itu akan berada di bawah. Begitupun juga dengan dirimu. Aku tak pernah berpikir bahwa cinta itu juga akan kandas setelah semua cinta itu begitu menggebu-gebu.
Bukannya aku ingin membuka kisah lama yang seharusnya harus aku pendam di dasar ingatan yang paling dalam. Saat itu aku berharap bahwa kaulah satu-satunya wanita yang aku harap bisa menjadi seperti ibu (ummi), yang selalu menyayangiku hingga kapanpun. Saat kita berjanji untuk saling memahami dan menunggu hingga tiba saatnya untuk kita berbahagia. Detik itu juga tak dapat aku pungkiri bahwa semua kasih sayangmu seakan menjadikanku berharap akulah satu-satunya lelaki (abii) dalam hidupmu, tapi kini semua itu tidak berarti apa-apa lagi.
Terima kasih telah mengajarkanku berbagai hal, berbagai perasaan yang sebelumnya belum aku tahu apa arti cinta itu. Kau tahu, saat itu aku merasa kau adalah seseorang yang memang diutus Tuhan untuk melengkapi hidupku. Saat aku merasa ada sosok yang bisa menyayangiku dan memberikan kebahagiaan yang tak pernah aku pikirkan selamanya. Semua perhatianmu, seakan membuatku merasa bahwa kaulah satu-satunya wanita yang bisa meneduhkan semua impianku. Hingga waktu perlahan menghapuskan semua impian itu.
Kini kau telah pergi, memilih utk menjalani hidup masing2. Pergi utk hal yang sampai saat ini kau tak mengatakannya. Pergi dengan menganggapku tak lebih dari tumpukan sampah...
Selamat ulang tahun wahai mantan,
Persiapkan dirimu untuk menghadapi maut.
Persiapkan dirimu untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu dihadapan Tuhan.




No comments:
Post a Comment