BAB I
PENDAHULUAN
Persalinan normal : pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup ke dunia dari luar rahim melalui jalan lahir. Peralinan normal yang sangat diinginkan bagi seorang ibu dan menginginkan bayi dan ibu dalam keadaan sehat.
Tapi terkadang seorang ibu harus mengalami hal-hal yang sangat menakutkan dalam masa persalinannya nanti. Tapi sebagai seorang tenaga kesehatan layaknya kita meyakinkan seorang ibu untuk kuat dalam menghadapi masa persalinan nantinya dan dengan perkembangan ilmu kesehatan sebaiknya bisa menurunkan masalah-masalah dalam pasca persalinan.
BAB II
PEMBAHASAN
I. Pengertian
Bersalin (partus) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + ari), yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Partus ada beberapa macam yaitu :
Partus immaturus adalah : Kurang dari 28 minggu lebih dari 20 minggu dengan berat janin 1000-500 gram.
Partus prematurus adalah : suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm (cukup bulan). Berat janin antara 1000 sampai 2500 gram atau tua kehamilan antara 28 minggu sampai 36 minggu.
Partus postmaturus atau scrotinus adalah : partus yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang diperkirakan.
In partu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan. Partus biasa atau partus normal atau partus spontan adalah bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.
Partus luar biasa atau partus abnormal adalah : bila bayi dilahirkan pervaginam dengan cunam, atau ekstraktor vakum, versi dan ekstraksi, dekapitasi, embriotomi dan sebagainya.
II. Masalah pada Ibu Bersalin
Masalah pada ibu bersalin salah satunya adalah perdarahan. Perdarahan yang terjadi pada saat bersalin sangat berbahaya karena itu setelah ibu bersalin diwajibkan atas petugas kesehatan (bidan) untuk tetap mengawasi keadaan ibu.
Perdarahan persalinan adalah : perdarahan vagina yang melebihi 500 ml setelah bersalin. Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syok. Apabila terjadi perdarahan pada ibu pascapersalinan kita harus melakukan tindakan yang tepat karena kita tahu perdarahan adalah penyebab utama meningkatnya angka kematian pada ibu.
Perdarahan pada ibu pascapersalinan dapat disebabkan oleh :
a. Plasenta previa
b. Solusio plasenta
c. Inversio uteri
d. Perdarahan robekan jalan lahir
a. Placenta Previa
Plasenta Previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus. Plasenta previa totalis adalah apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta. Plasenta marginalis adalah apabila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. Perdarahan pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak akan berakibat fatal. Akan tetapi, perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak daripada sebelumnya apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. Walaupun perdarahannya sering dikatakan terjadi pada triwulan ketiga, akan tetapi tidak jarang puila dimulai sejak kehamilan 20 minggu karena sejak itu segmen bahwa uterus telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. Pada saat mulailah terjadi perdarahan darahnya berwarna merah segar. Sumber perdarahannya ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus, atau karena robekan sinus margnialis dari plasenta.
Keadaan janin atau nasib janin dalam keadaan plasenta previa ini tergantung dari banyaknya perdarahan, dan tuanya kehamilan pada waktu persalinan. Perdarahan mungkin masih dapat diatasi dengan transfusi darah, akan tetapi persalinan yang terpaksa diselesaikan dengan janin yang masih prematur tidak selalu dapat dihindarkan.
b. Solusio Placenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Biasanya terjadi dari triwulan ketiga, walaupun dapat pula terjadi setiap saat dalam kehamilan.
Solusio plasenta ringan ruptura sinus marginalis atau terlepasnya sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak, samasekali tidak mempengaruhi keadan ibu ataupun janinnya. Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sekali.
Solusio plasenta sedang adalah telah terlepasnya lebih dri seperempatnya, tetapi belum sampai dua pertiga luas permukaannya. Tanda dan gejalanya dapat timbul perlahan-lahan seperti solusio plasenta ringan, atau mendadak dengan perdarahan pervaginam. Walaupun perdarahan pervaginam tampak sedikit, seluruh perdarahannya mungkin telah mencapai 1000 ml. Ibu mungkin telah masuk kedalam keadaan syok, demikian pula janinnya kalau masih hidup dalam keadaan gawat.
Solusio plasenta berat adalah telah terlepasnya lebih dari dua pertiga permukaannya. Terjadi sangat tiba-tiba. Biasanya ibu telah jatuh kedalam syok, danjaninnya telah meninggal. Perdarahan pervaginam tampaknya tidak sesuai dengan keadaan syok ibunya malahan perdarahan pervaginam mungkin belum sepmat terjadi. Besar kemungkinan telah terjadi kelainan pembekuan darah dan kelainan.
c. Inversio Uteri
Inversio uteri merupakan keadaan dimana fundus uteri masuk kedalam kavum uteri, dapat secara mendadak atau terjadi perlahan. Selain daripada itu pertolongan persalinan yang makin banyak dilakukan tenaga terlatih maka kejadian inversio uteri pun semakin berkurang. Inversio uteris memberikan rasa sakit yang dapat menimbulkan keadaan syok neurogenik. Rasa sakit terjadi karena tarikan serat saraf yang terdapat pada ligamentum rotundum bersama dengan pembuluh darahnya. Untuk menegakkan kemungkinan terjadi inversio uteri dapat dilakukan pemeriksaan palpasi pada fundus uteri yang menghilang dari abdomen pada pemeriksaan dalam dapat dijumpai fundus uteri di kanalis servikalis bahkan bersama dengan plasenta yang belum lepas.
d. Perdarahan Robekan Jalan Lahir
Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi. Sumber perdarahan berasal dari perineum vagina, serviks dan robekan uterus. Perdarahan dapat berupa bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan bersifat arteriil atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan spekulum.
III. Promosi Kesehatan yang dibutuhkan Ibu Bersalin
Kebutuhan yang harus dipenuhi oleh ibu bersalin adalah selama kehamilan ibu disarankan untuk memeriksakan kandungannya 4 kali selama kehamilan karena itu sangat dibutuhkan untuk mengetahui atau mencegah adanya kelainan-kelainan dalam kehamilan ataupun persalinan. Selain pemeriksaan ibu juga harus mengatur pola makan selama kehamilan agar janin tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan apabila terjadi perdarahan selama persalinan sikap atau tindakan yang harus dilakukan ibu atau keluarga adalah persediaan darah karena itu sangat dibutuhkan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan sikap atau tindakan yang harus dilakukan petugas kesehatan (bidan) adalah bidan harus tetap mengawasi keadaan ibu dan melakukan tindakan yang tepat dan apabila diperlukan rujukan ibu harus dalam pengawasan. Dan kepada pihak pemerintah diharapkan mendirikan lembaga pelatihan non pendidikan seperti dukun untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti alat persalinan yang tidak steril, dan kurangnya pengetahuan tentang persalinan tersebut.
BAB III
KESIMPULAN
Persalinan (partus) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + ari) yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
Persalinan (Partus) ada yang normal dan ada juga yang abnormal. Persalinan yang abnormal dapat menimbulkan masalah seperti perdarahan. Perdarahan dapat disebabkan karena plasenta previa, solutio plasenta, inversio uteri dan robekan jalan lahir.
Kesimpulan dari kebutuhan yang harus dipenuhi adalah pemeriksaan kehamilan 4 kali selama kehamilan.
PENDAHULUAN
Persalinan normal : pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup ke dunia dari luar rahim melalui jalan lahir. Peralinan normal yang sangat diinginkan bagi seorang ibu dan menginginkan bayi dan ibu dalam keadaan sehat.
Tapi terkadang seorang ibu harus mengalami hal-hal yang sangat menakutkan dalam masa persalinannya nanti. Tapi sebagai seorang tenaga kesehatan layaknya kita meyakinkan seorang ibu untuk kuat dalam menghadapi masa persalinan nantinya dan dengan perkembangan ilmu kesehatan sebaiknya bisa menurunkan masalah-masalah dalam pasca persalinan.
BAB II
PEMBAHASAN
I. Pengertian
Bersalin (partus) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + ari), yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Partus ada beberapa macam yaitu :
Partus immaturus adalah : Kurang dari 28 minggu lebih dari 20 minggu dengan berat janin 1000-500 gram.
Partus prematurus adalah : suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm (cukup bulan). Berat janin antara 1000 sampai 2500 gram atau tua kehamilan antara 28 minggu sampai 36 minggu.
Partus postmaturus atau scrotinus adalah : partus yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang diperkirakan.
In partu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan. Partus biasa atau partus normal atau partus spontan adalah bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.
Partus luar biasa atau partus abnormal adalah : bila bayi dilahirkan pervaginam dengan cunam, atau ekstraktor vakum, versi dan ekstraksi, dekapitasi, embriotomi dan sebagainya.
II. Masalah pada Ibu Bersalin
Masalah pada ibu bersalin salah satunya adalah perdarahan. Perdarahan yang terjadi pada saat bersalin sangat berbahaya karena itu setelah ibu bersalin diwajibkan atas petugas kesehatan (bidan) untuk tetap mengawasi keadaan ibu.
Perdarahan persalinan adalah : perdarahan vagina yang melebihi 500 ml setelah bersalin. Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syok. Apabila terjadi perdarahan pada ibu pascapersalinan kita harus melakukan tindakan yang tepat karena kita tahu perdarahan adalah penyebab utama meningkatnya angka kematian pada ibu.
Perdarahan pada ibu pascapersalinan dapat disebabkan oleh :
a. Plasenta previa
b. Solusio plasenta
c. Inversio uteri
d. Perdarahan robekan jalan lahir
a. Placenta Previa
Plasenta Previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus. Plasenta previa totalis adalah apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta. Plasenta marginalis adalah apabila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. Perdarahan pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak akan berakibat fatal. Akan tetapi, perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak daripada sebelumnya apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. Walaupun perdarahannya sering dikatakan terjadi pada triwulan ketiga, akan tetapi tidak jarang puila dimulai sejak kehamilan 20 minggu karena sejak itu segmen bahwa uterus telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. Pada saat mulailah terjadi perdarahan darahnya berwarna merah segar. Sumber perdarahannya ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus, atau karena robekan sinus margnialis dari plasenta.
Keadaan janin atau nasib janin dalam keadaan plasenta previa ini tergantung dari banyaknya perdarahan, dan tuanya kehamilan pada waktu persalinan. Perdarahan mungkin masih dapat diatasi dengan transfusi darah, akan tetapi persalinan yang terpaksa diselesaikan dengan janin yang masih prematur tidak selalu dapat dihindarkan.
b. Solusio Placenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Biasanya terjadi dari triwulan ketiga, walaupun dapat pula terjadi setiap saat dalam kehamilan.
Solusio plasenta ringan ruptura sinus marginalis atau terlepasnya sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak, samasekali tidak mempengaruhi keadan ibu ataupun janinnya. Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sekali.
Solusio plasenta sedang adalah telah terlepasnya lebih dri seperempatnya, tetapi belum sampai dua pertiga luas permukaannya. Tanda dan gejalanya dapat timbul perlahan-lahan seperti solusio plasenta ringan, atau mendadak dengan perdarahan pervaginam. Walaupun perdarahan pervaginam tampak sedikit, seluruh perdarahannya mungkin telah mencapai 1000 ml. Ibu mungkin telah masuk kedalam keadaan syok, demikian pula janinnya kalau masih hidup dalam keadaan gawat.
Solusio plasenta berat adalah telah terlepasnya lebih dari dua pertiga permukaannya. Terjadi sangat tiba-tiba. Biasanya ibu telah jatuh kedalam syok, danjaninnya telah meninggal. Perdarahan pervaginam tampaknya tidak sesuai dengan keadaan syok ibunya malahan perdarahan pervaginam mungkin belum sepmat terjadi. Besar kemungkinan telah terjadi kelainan pembekuan darah dan kelainan.
c. Inversio Uteri
Inversio uteri merupakan keadaan dimana fundus uteri masuk kedalam kavum uteri, dapat secara mendadak atau terjadi perlahan. Selain daripada itu pertolongan persalinan yang makin banyak dilakukan tenaga terlatih maka kejadian inversio uteri pun semakin berkurang. Inversio uteris memberikan rasa sakit yang dapat menimbulkan keadaan syok neurogenik. Rasa sakit terjadi karena tarikan serat saraf yang terdapat pada ligamentum rotundum bersama dengan pembuluh darahnya. Untuk menegakkan kemungkinan terjadi inversio uteri dapat dilakukan pemeriksaan palpasi pada fundus uteri yang menghilang dari abdomen pada pemeriksaan dalam dapat dijumpai fundus uteri di kanalis servikalis bahkan bersama dengan plasenta yang belum lepas.
d. Perdarahan Robekan Jalan Lahir
Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi. Sumber perdarahan berasal dari perineum vagina, serviks dan robekan uterus. Perdarahan dapat berupa bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan bersifat arteriil atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan spekulum.
III. Promosi Kesehatan yang dibutuhkan Ibu Bersalin
Kebutuhan yang harus dipenuhi oleh ibu bersalin adalah selama kehamilan ibu disarankan untuk memeriksakan kandungannya 4 kali selama kehamilan karena itu sangat dibutuhkan untuk mengetahui atau mencegah adanya kelainan-kelainan dalam kehamilan ataupun persalinan. Selain pemeriksaan ibu juga harus mengatur pola makan selama kehamilan agar janin tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan apabila terjadi perdarahan selama persalinan sikap atau tindakan yang harus dilakukan ibu atau keluarga adalah persediaan darah karena itu sangat dibutuhkan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan sikap atau tindakan yang harus dilakukan petugas kesehatan (bidan) adalah bidan harus tetap mengawasi keadaan ibu dan melakukan tindakan yang tepat dan apabila diperlukan rujukan ibu harus dalam pengawasan. Dan kepada pihak pemerintah diharapkan mendirikan lembaga pelatihan non pendidikan seperti dukun untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti alat persalinan yang tidak steril, dan kurangnya pengetahuan tentang persalinan tersebut.
BAB III
KESIMPULAN
Persalinan (partus) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + ari) yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
Persalinan (Partus) ada yang normal dan ada juga yang abnormal. Persalinan yang abnormal dapat menimbulkan masalah seperti perdarahan. Perdarahan dapat disebabkan karena plasenta previa, solutio plasenta, inversio uteri dan robekan jalan lahir.
Kesimpulan dari kebutuhan yang harus dipenuhi adalah pemeriksaan kehamilan 4 kali selama kehamilan.




No comments:
Post a Comment