BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berawal dari banyaknya remaja putri yang berhubungan dengan pasangannya tanpa ikatan, pergaulan bebas, kurangnya pengetahuan seksual yang menjerumuskan mereka pada masalah yang mengancam masa depan serta mengarah pada tingakan kriminal dan sudah semakin marak.
B. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan agar remaja maupun teman-teman tidak terlibat dalam masalah remaja saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
- Remaja adalah kelompok penduduk yang berusia 10-19 tahun.
- Secara biologik sebagian besar remaja sudah matang, tetapi secara sosial, mental dan emosional beum. Akibatnya dapat terjadi masalah-masalah remaja seperti kehamilan di luar nikah, abortus dan ketergantungan obat.
B. Masalah-masalah pada Remaja
1. Kehamilan diluar nikah
Hal ini sering terjadi pada pasangan remaja yang tak ingin berkomitmen/terikat dalam suatu hubungan dan juga kurangnya pendidikan seks, pergaulan bebas. Mereka melakukan hubungan seksual semata-mata untuk memenuhi keinginan nafsu sendiri. Apabila si wanita hamil mereka akan dengan mudah melakukan abortus.
2. Abortus
Secara umum abortus terbagi 2 :
- Abortus Habitualis
Adalah keguguran karena terjadi komplikasi penyakit yang dapat membahayakan nyawa si ibu.
- Abortus Provokatus
Adalah keguguran yang disengaja karena kehamilan merupakan beban berat bagi si ibu
Hal ini terjadi karena pemikiran akan segala akibatnya dalam masa depan yang menimbulkan efek reaksi berupa kecemasan, kemarahan, ketakutan dan kepanikan. Si wanita juga berpikir kelanjutan kehamilan berarti ancaman yang menakutkan dan berbahaya bagi dirinya. Dapat dipahami bahwa remaja yang tidak menikah, menolak kehamilannya dan mencari pertolongan untuk menggugurkan kandungannya.
3. Ketergantungan Obat/Narkoba
Saat ini narkoba tak asing lagi di kalangan masyarakat baik anak-anak maupun orang yang sudah tau dampak pemakaian narkoba bagi dirinya. Walaupun demikian, narkoba masih saja beredar di kalangan masyarakat untuk merusak remaja yang merupakan generasi penerus cita-cita bangsa. Mereka memakainya berawal dari hanya ingin coba-coba lalu karena terasa nikmat bagi mereka akhirnya menjadi ketagihan/ketergantungan.
4. Gangguan Siklus Haid
v Amenorea
Tidak datang haid selama beberapa bulan kadang-kadang dialami oleh remaja yang tidak hamil dan tidak mempunyai kelainan organik. Dalam hal ini fungsi korteks serebri-hipotalamus-hipofisis tergangguan sehingga keluarnya neurohumares (neurohormon) dari hipofisis terganggu pula. Remaja bersangkutan memiliki psiko-seksual kurang matang.
v Hiper / Poli Menorea
Disebut juga menoragia yang dapat terjadi akibat keemasan dalam hubungan seks, tegangan jiwa, pertentangan dalam pernikahan/ruham tangga dan pekerjaan yang dirasakan terlampau banyak/berat.
C. Hal-hal yang dibutuhkan (kebutuhan/promosi kesehatan) bagi remaja
1. Informasi mengenai masalah seksual dan kesehatan reproduksi bagi remaja yang sedetil/sejelas mungkin
Misalnya : HIV/AIDS, IMS, dan penyakit genital
2. Perhatian dan kasih sayang dari orang tua
3. Tersedianya akses pelayanan bagi remaja yang bersifat youth friendly dan tidak menghakimi
4. Konseling memegang peraturan sangat penting untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku yang bertanggungjawab dalam kehidupan seksual mereka.
5. Pengetahuan dan pengalaman petuas yang banyak untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Masalah pada remaja saat ini sangat erat hubungannya dengan pengetahuan seksual dan kesehatan reproduksi yang terjadi karena mereka tidak tahu sama sekali akibatnya bagi mereka nanti. Jadi informasi mengenai seksualitas haruslah mereka dapat sedini mungkin agar masa depan mereka nanti tidak rusak.
Saran
Pendidikan dari orang tua, guru dan petugas kesehatan harus diperoleh remaja untuk mencegah terjadinya masalah pada remaja saat ini.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berawal dari banyaknya remaja putri yang berhubungan dengan pasangannya tanpa ikatan, pergaulan bebas, kurangnya pengetahuan seksual yang menjerumuskan mereka pada masalah yang mengancam masa depan serta mengarah pada tingakan kriminal dan sudah semakin marak.
B. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan agar remaja maupun teman-teman tidak terlibat dalam masalah remaja saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
- Remaja adalah kelompok penduduk yang berusia 10-19 tahun.
- Secara biologik sebagian besar remaja sudah matang, tetapi secara sosial, mental dan emosional beum. Akibatnya dapat terjadi masalah-masalah remaja seperti kehamilan di luar nikah, abortus dan ketergantungan obat.
B. Masalah-masalah pada Remaja
1. Kehamilan diluar nikah
Hal ini sering terjadi pada pasangan remaja yang tak ingin berkomitmen/terikat dalam suatu hubungan dan juga kurangnya pendidikan seks, pergaulan bebas. Mereka melakukan hubungan seksual semata-mata untuk memenuhi keinginan nafsu sendiri. Apabila si wanita hamil mereka akan dengan mudah melakukan abortus.
2. Abortus
Secara umum abortus terbagi 2 :
- Abortus Habitualis
Adalah keguguran karena terjadi komplikasi penyakit yang dapat membahayakan nyawa si ibu.
- Abortus Provokatus
Adalah keguguran yang disengaja karena kehamilan merupakan beban berat bagi si ibu
Hal ini terjadi karena pemikiran akan segala akibatnya dalam masa depan yang menimbulkan efek reaksi berupa kecemasan, kemarahan, ketakutan dan kepanikan. Si wanita juga berpikir kelanjutan kehamilan berarti ancaman yang menakutkan dan berbahaya bagi dirinya. Dapat dipahami bahwa remaja yang tidak menikah, menolak kehamilannya dan mencari pertolongan untuk menggugurkan kandungannya.
3. Ketergantungan Obat/Narkoba
Saat ini narkoba tak asing lagi di kalangan masyarakat baik anak-anak maupun orang yang sudah tau dampak pemakaian narkoba bagi dirinya. Walaupun demikian, narkoba masih saja beredar di kalangan masyarakat untuk merusak remaja yang merupakan generasi penerus cita-cita bangsa. Mereka memakainya berawal dari hanya ingin coba-coba lalu karena terasa nikmat bagi mereka akhirnya menjadi ketagihan/ketergantungan.
4. Gangguan Siklus Haid
v Amenorea
Tidak datang haid selama beberapa bulan kadang-kadang dialami oleh remaja yang tidak hamil dan tidak mempunyai kelainan organik. Dalam hal ini fungsi korteks serebri-hipotalamus-hipofisis tergangguan sehingga keluarnya neurohumares (neurohormon) dari hipofisis terganggu pula. Remaja bersangkutan memiliki psiko-seksual kurang matang.
v Hiper / Poli Menorea
Disebut juga menoragia yang dapat terjadi akibat keemasan dalam hubungan seks, tegangan jiwa, pertentangan dalam pernikahan/ruham tangga dan pekerjaan yang dirasakan terlampau banyak/berat.
C. Hal-hal yang dibutuhkan (kebutuhan/promosi kesehatan) bagi remaja
1. Informasi mengenai masalah seksual dan kesehatan reproduksi bagi remaja yang sedetil/sejelas mungkin
Misalnya : HIV/AIDS, IMS, dan penyakit genital
2. Perhatian dan kasih sayang dari orang tua
3. Tersedianya akses pelayanan bagi remaja yang bersifat youth friendly dan tidak menghakimi
4. Konseling memegang peraturan sangat penting untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku yang bertanggungjawab dalam kehidupan seksual mereka.
5. Pengetahuan dan pengalaman petuas yang banyak untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Masalah pada remaja saat ini sangat erat hubungannya dengan pengetahuan seksual dan kesehatan reproduksi yang terjadi karena mereka tidak tahu sama sekali akibatnya bagi mereka nanti. Jadi informasi mengenai seksualitas haruslah mereka dapat sedini mungkin agar masa depan mereka nanti tidak rusak.
Saran
Pendidikan dari orang tua, guru dan petugas kesehatan harus diperoleh remaja untuk mencegah terjadinya masalah pada remaja saat ini.




No comments:
Post a Comment